Minggu, 30 Agustus 2015

langkahku menggontai mengingatmu ibu

malam ini aku berangkat menuju kota perantuanku.... tak terasaa,,, waktu cepat sekali berlalu.. rasanya aku ingin lebih lama lagi di rumah dan kumpul bersmaa keluargaku... baru semalam aku tidur bersama adikku, sarapan bersama keluargaku.. siang harinya, aku harus berangkat... rasa malas itu membuncah dalam dadaa... kalo boleh, aku ingin lebih lama lagi di sini.. ah sudah lah..! aku harus segera berangkat ke kota perantaunku.. katakku *saat di kreta* rasa hening dan duduk memantung memandangi pemandangan di sepanjang jalan... membayangkan wajah mereka para orang-orang rumah... rasanya aku belum siap.. tapi harus siapp *tiba di kota perantuanku* turu dari kreta.. aku membawa barang0barangku yang cukup berat... satu koper dan satu lagi tas tentengan tangan.. berat sekali koper ini dan aku harus mengangkatnya seorang diri.. *keluhku "aku melangkah gontai di stasiun kota,pikiran ku mengembara kesana-kemari. hingga berhenti pada satu titik ; IBU-MAMAH!!" ""maahh, paah aku sudah sampai. kini anak gadismu merantau!" ku perhatikan orang-oran yang sama denganku, tiba di kota Atlas ini. mereka sibuk dengan teman-temannya, membawa berbagai barang perlengkapannya. dan aku seorang diri masih tak percaya sudah tiba dan jauh dari rumah, aku masih terbayang wajah Ayah, Ibu, kakak-adik dan rumah. "mamaah, papaah, aku sudah tiba di kota ranatauku, kini aku harus memulai hidup sendiri lagi di sini, mohon doanya untuk anak gadis mu ini mah pah" suara lihi itu bergetar.. saat di dalam taxi pun diri ini masih terus termangu dalam sepi di keramaian.. membayangkan wajah mereka.. akhirnya, air bening itu jatuh lagi dan lagi. rasanya, aku ini seperti mahasiswa baru saja, yang baru pertama kali menginjakan kaki di kota rantau. padahal tujuaku di sini adalah kuliah, dan kini aku sudah semester akhir. tapi kenapa kali ini tersa begitu asing???? enthah lahh... semoga aku dapat menjalani hidupku di sini dengan baik dan lebih baik...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar