Assalamu'alaikum..selamat datang di taman bintangku ini kisahku, kisah yang tak bisa diungkapkan oleh bibir
Senin, 24 Februari 2014
panggilan
setelah mataku mulai terasa letih melihat tulisan-tulisan, huruf-huruf, di buku. mataku mulai terasa lelah membaca, aku berikan sebuah pembatas pada halaman sekian,agar aku mengetahui sampai hal mana aku berhenti baca buku tersebut, ku tutup buku itu.
dan mata ini terpejam ,,, "tidurrrlahh nak"..... mungkin kata itu,,, jika seorang ibu berada di rumahku.. tetapiii nyatanyaa tidak...
entah sudah sekian dan berapa jam aku tidur.. kemudian, mata ini terbukaa. terucap syukur.. alhamdulillah, waktu yang cukup untuk tidur siangg.. waktu yang cukup untuk beristirahat..
"astagfirullah, aku belum sholat ashar" katakau dengan kagetnya. karna tidur siang itu membuat aku hampir ketinggalan sholat asharr.. segeraa aku melihat jam dinding..
"masyaAllah sudah jam 6 sebentar lagi mau mahgrib"...tiba-tiba aku teringat sesuatu. "astgfirullah, aku kan lagi tidak solat" kataku dalam hati. aku lupa, bahwa ada masanya wanita tidak solat. saat wanita itu sedang halangan. baiklah,, lupakan,abaikan wanita yang sedang halangan,karna itu sudah menjadi rahasia umum. kembali ke permasalahanku...
tiba-tiba aku melamun, diam, tapi pikiran ini berjalan-jalan.. entah berjalan kemana.. entah memikirkan apaa.. "sekarang tanggal berapa yaa?" spontan tanyaku, memutuskan lamunanku...
"kok seprti ada yang memanggilku yaa, memanggil kemana yaa?"
astaghfirullah, semarang!!
yaa, aku mengerti sekarang, semarang yang memanggil-manggilku untuk segera berangkat. berangkat menuju kota perantuan, kota tempatku menuntut ilmu,dan juga kota perjuangan.. ..
itu artinyaa,,,, aku haru segera meninggalkan "mereka" merekea yang aku cintai dan aku sayangi, untuk sementara waktu. insyaALLAH...
aku harus segera berangkat,,, ke semarang, dan belajar disanaa....
bolehkah aku jujurr???" jujur sajaaa,, aku rasanya malasss, malassss sekali meninggalkan mereka... au ingin lebih lama lagi disini, di rumahku, aku bisa bertemu merekaa, bisa berkunjung ke "petunjuk jalanku" sesukaku, Tuhan, aku ingin disini lebih lama lagi, aku ingin bersama mereka.." keluh kesahku yang bicara dalam hatiku..
tapi ini kan sudah menjadi resikoku, aku yang sudah memilih untuk menuntut ilmu, yang sudah memilih belajar di luar kota, yaaa beginilaah resiko yang harus aku terimaa,, harus segera berangkat menutju kota perantuan.. dan meninggalkan mereka yang berada disnii...
meninggalakn orangtuaku, keluargaku, teman-temanku, sahabatku, dan tentunya petunjuk jalanku..."harus segera berangkat diinnn" itu lah kata-kata yang ada di hatiku...
mencoba untuk menengahkan keadaann dan meredam emosiku saat ini..
tetapiii, meskipun begituu, ada sensasinyaa kuliah di luar kotaa,sensasinya beituuu berasssaaaa bangeeettt,,, sensasii yang hanya bisa dirasakan oleh perantau-perantua sepertiku, yang sama-sama kuliah di luar kotaa...
sejak bangun dari tidur tadii,, pikiran terus berbicara, hati terus berkata untuk menasehati, dan tubuh ini terus berdiam duduk, sembari melihat pintu.. ..
ooohhAllahh,,,, Ya Rahmaann...
Saatnyaaa,, aku harus mempersiapkan diri untuk berankgat ke semarangg... aku sadar betul bahwa kita semua,semua manusia di bumi ini sedang berlomba-lomba,, berlomba-lomba dalam kebaikan, untuk kebahgaiaan abadi di akhirat, berloba-lomba untuk kehdidupan dunia, berlomba dalam materi, kekuasaan, impian, cita-cita, cinta, semua hal yang menggantung di dunia ini... tetapii kembali lagi, pada manusia itu,, mereka berhak memilih, manusia di berikan kebebasan dalam memilih, memilih jalan hidup mana yang akan menjadi pilihannya, dan tentunya setiap pilihan ada resikonya.. dan apapun pilihan manusia itu, pada akhirnyaa,, akan kembali pada satu tujuan, toh, pada akhirnyaa, manusia akan bermuara pada-Nya..
"bismillaah.. kota perantuanku, akuu dataaaanggggg"
-sekiaann--
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar